9 Prinsip Social Media Marketing untuk B2B

Apakah Anda masih mendebatkan peran media sosial di bidang business-to-business (B2B)? Tentu, masalah dana masih jadi kendala, tapi menanamkan modal di media sosial bisa mengakhiri debat ini.
Setidaknya, bisnis yang serius tidak ingin tertinggal dari para pesaingnya dalam membangun hubungan dan memulai dialog dengan pembeli melalui media sosial.

Akan lebih baik jika Anda bisa mengalahkan pesaing dengan menciptakan strategi social media marketing yang komprehensif dan terintegrasi. 

Dan, kalau Anda akan melakukannya, sebaiknya awali itu dengan memahami sembilan prinsip dasarnya.
Berikut 9 prinsip untuk melakukan social media marketing di bidang B2B:
  •  Tahu siapa yang ingin Anda ajak bicara. Jika jawaban Anda, “siapa pun yang mungkin tertarik dengan produk saya”, berarti Anda sudah frustasi. Ketahuilah siapa yang ingin Anda prospek dan masuki dunia digital mereka.
  • Gunakan media sosial untuk menawarkan sesuatu yang prospek Anda butuhkan atau inginkan. Mereka tidak berhutang apa pun pada Anda dan mereka juga tidak peduli para perusahaan Anda. Yang penting bagi mereka adalah menyelesaikan masalahnya dan memudahkan hidup serta pekerjaan mereka. Berbicaralah mengenai itu.
  • Lacak bagaimana konten yang Anda berikan berpengaruh pada prospek. Apa mereka mengkonsumsinya? Apa mereka bereaksi terhadap itu? Atau mereka langsung melewatinya? Jangan terus berikan mereka konten yang tidak “mengena”, atau Anda akan seperti orang yang buta nada.
  • Pekerjakan manajer yang berbakat untuk menjalankan strategi media sosial Anda dan perkuat mereka dengan teknologi sosial untuk memaksimalkan kemampuan mereka. Jika merk Anda adalah seseorang, manajer Anda adalah orang itu. Jadi penting sekali mempekerjakan orang yang tepat.
  • Dengarkan sinyal dari prospek Anda seintens mungkin, seperti radar yang berusaha mendengar sinyal dari alien. Dan Anda juga sebaiknya ikut senang jika mendapatkan sesuatu. Berikan respon dengan cepat dan sangat membangun, walaupun respon balasannya negatif.
  • Jadilah pantuan di industri atau sektor Anda. Jika Anda lelah dengan istilah “panutan”, jadilah seorang profesor, pendidik, atau peneliti. Jika Anda bisa mengajari sesuatu yang mungkin tidak diketahui sang prospek, posisi Anda di pikiran pun mereka akan meningkat.
  • Kalau Anda mulai mem-post di media sosial, kemudian menghilang, lantas apa gunanya? Jika blog Anda diterbitkan secara acak, atau hanya diperbaharui kalau Anda sedang “mood”, itu justru memberikan pesan yang tidak baik: “Saya egois dan saya tidak bisa diandalkan.”
  • Gunakan media sosial untuk menginformasikan semua usaha pemasaran Anda. Integrasi itu sangat penting di dunia pemasaran. Itulah yang diburu semua perusahaan, meskipun sebenarnya tidak mudah. Gaetlah partner teknologi yang bisa menuntun Anda menuju pemasaran modern yang sesungguhnya.
  • Entah bagaimana, beberapa cara membutuhkan kesabaran. Penjualan B2B itu suatu proses, dan tidak akan ada yang bisa bergerak secepat yang kau perlukan. Media sosial tidak akan langsung memberikan dampak besar. Jadi Anda harus konsisten, bertekad, dan tetap stabil.
Prospek B2B ini memang sulit dimasuki. Mereka tidak bisa langsung percaya pada Anda atau memanfaatkan posisi konsumen mereka. Tapi B2B itu berisi orang-orang sungguhan (yang terkubur di tumpukan proposal dan proses persetujuan, tapi ya tetap saja manusia), jadi nilai tetap bisa diberikan dan hubungan bisa dibangun dengan adanya strategi social media marketing.


Disarikan : www.marketing.co.id
 
 
Design by OmahBloggerIndonesia | Omah Blogger Indonesia Free Education and Training - Computer - Internet - Site | L30 Sweat Design, Magelang-Indonesia